Panduan jalanku tak pernah bertanya
tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Ia menulis sendiri panduan
yang hendak dinikmati.
Para penikmat terhentak, linglung,
berteriak: apa yang sesungguhnya terjadi?
Yang tidak penting dan tidak mendesak
dipilih menjadi yang utama.
Yang penting dan mendesak
disakiti serta ditinggal begitu saja.
Pemandu jalanku berjalan zig-zag,
meninggalkan tangis di setiap sudutnya.
Andai aku adalah partikel-partikel zat gas,
yang dapat bergerak sesuka kita dengan bebas.
Tentu pemandu gagal itu kita tinggalkan,
karena kita masih waras.
Yang unggul dan jujur
dipilih menjadi kompas.
Pondasi-pondasi pendidikan dan kesehatan
menjadi prioritas,
agar bangsaku maju
dan berintegritas.
Salam, wahai yang diciptakan
segambar dan secitra dengan Dia.
Rapatkan barisan
untuk menentukan masa depan sejahtera.