<p>Katanya, jika kita mengucapkan harapan dan mematahkan one wish willow ini, harapan itu akan menjadi nyata. Kalau begitu—</p><p><br /></p><p>Semoga, Tanah Air-Ku cepat pulih. </p><p><br /></p><p>Hutan yang dulu di hijaukan oleh para nenek moyang, kini dilahap habis oleh api yang membara di Kalimantan.</p><p>Rumah yang susah payah di bangun dengan lara, juga harus terendam oleh banjir bandang di Sumatera.</p><p>NTT juga bernasib sama, bangunan sederhana hancur berkeping dalam sekejap mata. Hanya menyisakan duka. </p><p><br /></p><p>Hahaha, lucu sekali</p><p><br /></p><p>Negeri yang dijuluki 'demokrasi', kini menjadi negeri yang tak mendengarkan rakyatnya sendiri</p><p>Suara kejujuran justru dibungkam</p><p>Tak diberikan ruang untuk menyuarakan kebenaran. </p><p>Kita berhak atas udara yang segar</p><p>Atas tanah yang kokoh dan tidak getar</p><p>Dan atas air yang mengalir tanpa cemar</p><p><br /></p><p>Sebagai generasi masa kini, kita harus menarik kembali negeri yang sedang diambang binasa ini. </p><p>Mari kita satukan harapan dan tekad</p><p>Membangun derajat</p><p>Melawan semua ketakutan</p><p>Menuju perubahan</p><p><br /></p><p>Cepatlah pulih, Indonesia ku. </p>