Di antara riuh dunia, manusia terkadang berhenti dan bertanya kepada dirinya sendiri "untuk apa aku eksis di dunia ini?" Pertanyaan itu dapat berubah menjadi jurang panjang tanpa ujung.


Kita hidup untuk mengejar mimpi, merasa bahagia, dan merasa kehilangan, lalu kembali mengulangi siklus tersebut. Hari-hari berlalu seperti halaman buku yang dibalik tanpa sempat dibaca. Perlahan muncul perasaan bahwa keberadaan kita hanya titik kecil di tengah luasnya semesta.


Namun, mungkin hidup memang tidak selalu menyediakan jawaban. Barangkali makna bukan sesuatu yang ditemukan, melainkan sesuatu yang perlahan kita ciptakan. Sebab selama kita masih mampu bertanya, memilih, dan melangkah, eksistensi kita belum kehilangan arti.