Galaksi berputar, melahirkan jutaan bintang baru,

dan lubang hitam menelan sisa-sisa waktu.

Semesta begitu bising dengan keheningannya,

membuatku bertanya-tanya, sampai kapan semua ini berhenti?


Namun, di ujung lelahku memandang tak berhingga,

hadirmu meluruhkan seluruh jarak dan waktu.

Kau tidak datang dengan ledakan supernova yang megah,

melainkan dengan senyum sederhana yang membuatku perpana.


Kehadiranmu yang ku tunggu,

adalah gravitasi terkuat yang pernah ada.

Menarik jiwaku yang semula tak punya arah dan melayang,

kembali membumi, menetap di dalam hati.