Episode 1
Aku terbangun dari ranjang yang terbuat dari kayu dan ingin berangkat kuliah. Tetapi kemarin dosen bilang "kamu belum bayar sebesar 700 rupiah untuk minggu ini jika minggu depan belum bayar maka akan dikeluarkan" ucap dosen. Aku bingung membayar nya, orang orang tau itu hanya sebesar 700 rupiah, tetapi bagiku 700 rupiah itu besar. Aku pun meminta uang kepada ayahku tetapi ia tidak ada uang sama sekali. Aku pun berangkat ke kuliahku, Aku berjalan kaki melewati gedung-gedung tinggi dan banyak perumahan. Sesampainya di tempat Aku berkuliah, Aku ditertawakan oleh teman-temanku, kaya mereka "lihat dirimu tidak pantas untuk masuk perguruan tinggi! Hahahaa" Aku terpukul akan hal itu tetapi Aku sabar untuk menghadapinya sendiri. Hidupku sangat sulit, orang-orang menjauhiku, ayahku tidak ada pelanggan tetap, dan juga sarden milik ayahku tidak laku. Aku sangat depresi dan hampir gila. Tetapi Aku menutupi semua nya dengan topeng yang melekat diwajahku. Meskipun begitu Aku pun menerima kenyataannya Aku miskin dan tidak punya teman. Saat pulang sekolah Aku pulang ke gubuk tua yang kotor dipinggir kota dan langsung ke tempat ayahku menjual sardennya. Sesampainya disana Aku melihat banyak orang memaki ayahku tapi ayahku hanya diam. Aku menghampiri ayahku dan ingin meminta uang untuk minggu ini, tetapi ayah bilang "Aku tidak punya uang nak, kalau ingin uang cepat segera mencari pekerjaan yang cocok di bidang yang kamu pilih! " ucap sang ayah dengan nada pelan. Aku pun mencari pekerjaan dimana-mana tetapi mencari jurusan yang tepat ternyata sulit. Akhirnya Aku mendapatkan pekerjaan dan mendapat gaji 1200 rupiah per bulan tetapi uang kuliah harus dibayar minggu depan. Aku meminta bos untuk memberi gaji sekarang tetapi bos tidak memberi bos berkata "jika ingin uang tambahan segera mencari lembur untuk satu bulan pertama mu" ucap sang dosen. Aku pun menyetujuinya demi bisa berkuliah aku harus mencari lembur.
-MãtürNûhúNn?? -