Gua Maria Tritis adalah tempat ziarah bagi umat Katolik. Di sana, umat katolik berdoa di depan patung Bunda Maria. Gua Maria Tritis berada di kawasan perbukitan yang penuh pohon jati yang asri. Gua Maria Tritis berada di Kabupaten Gunungkidul dan berada di Gunung Growong. Untuk menuju ke Gua Maria Tritis, kalian harus melewati jalan yang berkelok-kelok dan banyak tanjakan yang asyik. Berziarah ke Gua Maria Tritis menjadi sebuah pengalaman yang berguna untuk menambah mental kita.
Gua Maria Tritis memiliki pemandangan yang susah untuk dilupakan begitu saja. Gua Maria Tritis memiliki bebatuan yang sangat indah yang bernama stalaktit dan meneteskan air yang jernih. Air tersebut berasal dari air yang meresap ke tanah. Air tersebut menetes ke bawah kolam kecil yang disediakan di dalam gua. Gua Maria Tritis juga memiliki jurang yang dalam, tetapi juga indah untuk menjadi spot foto.
Gua Maria Tritis memiliki jalur untuk jalan salib. Jalan salib ini memiliki empat belas pemberhentian, untuk mendoakan Tuhan Yesus yang disiksa dan membawa salib sendirian. Setiap pemberhentian ada patung yang menceritakan Tuhan Yesus yang disiksa. Di pemberhentian kedua belas ada patung Tuhan Yesus, dan dua penjahat yang disalib dengan ukuran yang sangat besar. Di pemberhentian keempat belas ada gua yang digunakan untuk jenazah Tuhan Yesus.
Dulu, warga setempat mengatakan bahwa Gua Maria Tritis adalah gua angker, karena stalaktit dan stalakmit yang runcing dan banyak kelelawar. Gua Maria Tritis dikenal sampai sekarang karena Rm. Hardjosudarmo SJ, yang membuat Gua Maria Tritis ini menjadi tempat yang sering dikunjungi banyak peziarah dari banyak wilayah. Tempat ini memang sangat indah. Rm. Hardjosudarmo SJ dapat mengetahui tempat tersebut dikarenakan ada salah satu murid dari SD Sanjaya dan memberi tahu kepada Rm. Hardjosudarmo SJ jika ada gua asli. Pada suatu hari, Rm. Hardjosudarmo SJ diantar oleh salah satu muridnya menuju ke gunung Growong/Gua Maria Tritis. Yang dimaksud dari Gunung Growong adalah gunung tersebut berlubang. Romo sangat takjub dengan pemandangan yang sangat indah di depan matanya sendiri. Ia berpikir untuk menjadikannya sebagai tempat berdoa bagi umat katolik. Tidak lama kemudian, Romo menemui Bapak Radio Sutirto, Kepala Desa Giring, untuk meminta izin agar Gunung Growong tersebut diperbolehkan untuk dijadikan sebagai tempat berdoa bagi umat katolik. Keesokan harinya, Bapak Radio Sutirto menyetujui permintaan Rm. Hardjosudarmo SJ. Pada tahun 1979, Gua Maria Tritis diresmikan oleh Rm. Lamers SJ dengan memasang patung Bunda Maria. Selain kita bisa berdoa dan melihat pemandangan alam yang dibuat Allah, kita dapat berswafoto juga di sana dengan tetap menjaga ketenganan.